Rabu, 17 September 2008

Berbagi Ceria





Hari ini Rabu tanggal 17 September 2008, Di sekolah ku Kid Campus ada acara pengumpulan dana untuk pada anak Yatim Piatu selama bulan Ramadhan ini, yang berada di sekitar Sekolah ku.
Cara pengumpulan dana itu dibuat dengan menarik oleh guru-guru tercinta ku, seperti membuat gambar, membuat kaos dengan hasil karya kita, membuat tas dari sarung bantal, pernak pernik foto keluarga dan foto kita mulai dari bayi hingga seusia sekarang, bagus bagus banget… harga nya murah dari Rp.15.000,- sampai dengan Rp.30.000,- ada juga bazar buku murah lohh…. Semua hasil itu akan disumbangkan ke anak Yatim Piatu tersebut dan acara puncak

Aku menghasilkan karya tulisan “ I love mommy” di kaos dan foto kecil ku dibuat di bingkai yang cantik.

Trus tadi acaranya adalah semacam pentas seni dari masing-masing kelas menyumbangkan karya nya, aku di kelas sunflower menyumbangkan tarian apa ya judul lagunya aku gak tau, yang pasti aku menari mengikuti irama lagu dan baergembira bersama teman-teman ku.

Para mama mama juga menyumbangkan suara merdunya yang di iringi gitar oleh ms.Hiday, pokoknya kami semua menggalang dana sebanyak-banyaknya untuk puncak acara pada tanggal 20 september nanti.

Lihat koleksi foto jepretan mama ya…

Sabtu, 06 September 2008

Kubah Mas



Pada tanggal 20 Juli 2008, Bersama mama, papa, nenek padang yang kebetulan sedang ada di Jakarta, tante sit, om rafi, mba isah, samil dan abang hadi.

Nenek minta pergi ke Masjid Kubah Mas yang berada di daerah Depok, kita sempat sholat asar dan makan di situ. Masjidnya bangus sekali.

Papa gak nampak di sini, karna papa yang foto kami.

Jumat, 05 September 2008

Sepeda Ku...



1 sepeda kecil roda tiga ada tangkai di belakangnya untuk mendorong dendan merek wim cycle, 1 sepeda mini ukuran dewasa ada keranjang nya di depan merek united sering dipake mba isah beli sayuran, dan terakhir sepeda jenis balap merek wim cycle juga lengkap dengan atributnya dari lampu sorot depan dan belakang, kriningan, juga rante pengaman.

Yaaa betul itu punya nya papa ku dipake seminggu 3 kali, hari selasa, rabu dan jum'at. Berangkat dari rumah jam 6 lewat menuju kantor di salemba raya, pake masker, sarung tangan, tas ransel dan sandal gunung, tope deh papa!!

Aku di beliin sepeda sama papa waktu usia ku 2 tahun an hadiah ulang tahun ku, tapi baru bisa aku goes sendiri ketika usiaku sekarang 3 tahun lebih, laahhh kemana aja ya? Itu juga dengan dilatih papa kalo setiap sabtu pagi dari rumah ke rumah angga deket bunderan, lancar bawa sepeda sih belum tapi aku udah bisa mengoes sendiri walaupun belum bisa jalan panjang.

Puasa

Gak terasa aku sekolah udah 2 bulan lamanya. Seneng kalo udah sampe sekolah, ketemu temen-temen, main ayunan bersama alvi, agesa, vaness, alvin dan masih banyak lagi. Tapi bangun pagi ini yang kadang masih males, mama kalo udah bangunin aku pasti BT deh, aku udah di kitik-kitik, diciumin tapi tetep aja masih tidur juga, tapi kalo udah mama bilang " mama tinggal kerja ya!" .... wah aku langsung bangun dengan cepat, hehehe.....

Mandi berdua mama, di pakein baju seragam di paksa makan padahal aku gak mau makan, untung puasa jadi mama juga gak terlalu ngotot paksa aku makan soalnya ada lembaran dari sekolah untuk melatih aku berpuasa...trus kadang naik becak kalo kebetulan papa lagi pake mobil ke kantor, tapi sih selama puasa ini bakalan banyak naik becak nih, soalnya papa gak mungkin pake sepeda ke kantor, (papa ku anggota B2W loh).. bisa-bisa minum deh sampe kantor, aauuuasssss....

Trus aku juga ikutan sholat terawih kadang di masjid kadang di rumah! Pake mukena seperti mama, bawa sejadah tapi ikut sholatnya cuma Isya aja setelah itu aku main-main deh cari teman. Akibatnya pasti mama gak konsen deh sholatnya cari-cari aku, hehehe...

Sebenarnya kalo puasa makan aku kuat kuat aja lah wong aku gak terlalu suka makan tapi kalo mimim susu jangan dah gak bisa, tapi moga-moga dengan puasa ini aku bisa turun berat badannya dikit.

Rabu, 03 September 2008

Telunjuk Kiri Terjepit Pagar Rumah!!


Setelah Lebaran tahun 2007 tepatnya tanggal 19 Oktober 2007 sehabis berlibur ke Bandung, aku punya pengalaman yang sedih banget. Waktu itu aku dan papa habis pulang renang di sport center prima bintara. Mama saat itu sudah kembali bekerja.

Aku renang dengan riang gembira, bertemu dengan teman teman seumuran ku, menyenangkan!! ...:)

Sekitar pukul 10 an siang, aku dan papa pulang ke rumah membersihkan dan membereskan barang dan pakaian basah setelah renang tadi. Dengan rencana aku akan di titipkan papa di tempat nini karna mama kan tadi di kantor.

Mungkin saking semangat dan perasaan ku yang sangat senang pada saat itu, aku langsung menuju pagar dan bermaksud ingin membukakan pagar karna mobil papa akan keluar. Tapi musibah menimpa ku pada saat itu, aku membuka pagar dengan semangat tanpa melihat dan memperhatikan segala sesuatunya dengan cermat.

Telunjuk tangan kiriku terjepit oleh ujung pagar yang berdempetan dengan tembok, karna kaget dan panik aku tarik jariku dan terjadilah sesuatu yang mengerikan, daging jari telunjuk ku hampir putus!!!

Kata papa herannya aku tidak menjerit histeris hanya saja memanggil nama papa dengan lirih, papa keluar rumah menuju aku yang sedang memanggilnya, papa kaget melihat tanggan ku yang sudah mengucur darah dengan derasnya seperti keran air dengan lancar mengalir, papa panik tanpa meminta pertolongan orang papa langsung membawa ku ke RS Islam Pondok Kopi dengan mendudukkan dan memeluk ku sambil membawa mobil. Di jalan papa ngebut tanpa memperhatikan kendaraan yang lain.

Sesampainya di RS aku langsung di tangani di UGD, jarum infus mulai mencari urat di tangan ku, tidak berhasil tetap di cari lagi sampai akhirnya infus ku berada di kaki.

Saat itu papa menghubungi mama di handphone tapi sayangnya mama tidak angat nomor yang menghubunginya karena pada saat itu papa teleponnya dari wartel setempat. Akhirnya papa menghubungi nini di rumah dan menceritakan kejadiannya, spontan dan histeris nini yang kebetulan tante tina juga ada di rumah menangis memikirkan nasib aku. Nini menghubungi mama saat itu yang berada di kantor, sambil menangis. Spontan juga mama panik mendengar cerita nini tadi dan langsung meluncur ke RS yang kebetulan dekat dari kantor mama.

Sesampainya di RS mama melihat aku yang sedang berbaring di UGD dengan baju yang penuh dengan bercak darah, mama menangis sejadinya memeluk ku dan mencium ku, aku mencoba menenangkan mama saat itu " mama jangan nangis yaa " mama menjawab " iya sayang " yang diiringi dengan derasnya air mata mama yang membasahi pipi.

Saat mama bersama ku, papa sedang mengurus administrasi ku di loket, kenapa papa lama sekali?? ternyata apa yang terjadi dompet papa hilang! tambah panik lah papa, dicari kembali ke kolam renang tidak ada, kembali ke rumah juga tidak ada, di dalam plastik baju basah juga tidak ada!! handpnone papa pun tidak aktif! Batre Low. Dengan hilangnya dompet papa, membuat proses penangganan ku jadi ikut tertunda.

Akhirnya dengan segala perjuangan papa dan mama aku bisa dioperasi juga, 1 jam kurang lebihnya. Saat itu yang menunggu ku di RS ada mama pasti, aki, nini, tante tina, tante imul, tante erna, mauwo juga pauwo. Saat itu papa langsung mengurus ATM yang berada di dompet yang hilang itu.

Aku keluar dari Ruang Operasi dan menuju ruang pemulihan, 1 malam aku nginep dan besoknya sudah bisa pulang dan tidak lupa kembali ke RS untuk tetap diperiksa hasil jaitannya sampai akhirnya jaitan itu di buka.

Sampai sekarang mama pasti kalo mau lihat jari ku yang terluka itu bilang " mana jari inez yang jelek itu?" hehehe....

Rabu, 27 Agustus 2008

Jatuh...

Dulu....waktu usia ku sekitar 8 bulan an, aku lagi mulai bisa merangkak.
Pagi itu aku berdiri di jendela kamar yang menghadap ke halaman belakang rumah, disitu ada mama yang sedang masangin gorden. Aku berdiri di jendela di dampingi oleh papa, ehh...dengan tiba tiba dan dengan kecepatan yang sangat dasyat aku sudah berada di bawah jendela terbentur tong sampah!!!!

Mama dan papa kaget, saking cepatnya papa tidak sempat menjangkau aku, mama histeris melihat aku jatuh dan aku yang pasti menangis dengan kencang... mama juga nangis Allhamdulilah aku tidak apa-apa, mama dan papa tetap panik.

Jatuh ku yang berikutnya di rumah nenek di Payakumbuh! Mau lebaran di kampung papa, lagi lagi gubrak dari atas tempat tidur. Rupanya mama sedang menidurkan aku biasa kan mama mama anaknya belum tidur malah mama nya yang tidur duluan, dengan kecepatan tinggi tiba tiba aku sudah berada di lantai, aku menangis keras mama kaget dan menggendong ku dengan panik. Akhirnya aku di bawa di tukang urut bayi dekat rumah nenek, Allhamdulilah lagi aku tidak apa-apa. Mama telepon papa yang kebetulan masih berada di Jakarta, papa bilang gak apa-apa bayi memang rata-rata pasti akan terjatuh tapi emang iya ya semua bayi kata mama pasti pernah mengalami jatuh.....:)

Minggu, 24 Agustus 2008

Mekarsari!




Jalan jalan ke Mekarsari

Sama nini, aki, tante tina dan mba isah.